[My Daily Message on WhatsApp] MENANG ATAS UANG

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”” (Luk. 16:13b)

Kehidupan manusia di dunia ini, tidak terlepas dari Mamon atau uang. Pada dasarnya uang adalah alat yang dipakai iblis untuk mengukur atau menilai segala sesuatu. Lihatlah di sekeliling Anda, mulai dari perabot rumah, makanan di atas meja, mobil di garasi, ponsel, hingga pakaian yang Anda pakai, semuanya ada nilainya, semuanya ada harganya. Kita perlu melihat dengan jelas, apakah esens dari uang ini. Pada awalnya dalam Kejadian 1:29 Allah memperlihatkan bahwa segala sesuatu diberikan kepada manusia bagi eksistensinya adalah gratis, Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Namun semenjak kejatuhan manusia, iblis memakai uang untuk menilai segala sesuatu, dengan demikian iblis mudah mengendalikan manusia. Dengan uang, iblis bisa membuat manusia meninggalkan Allah, sibuk mencari uang, stres karena bisnis gagal, bahkan dengan uang iblis bisa membuat manusia pesta pora.

Saudara-saudari, betapa jahatnya uang itu, karena esens di balik uang adalah iblis. Tuhan Yesus memberi tahu kita dalam Lukas 16 agar kita waspada terhadap mamon. Lewat kita tidak mengikat persahabatan dengan mamon, lewat kita mempersembahkan hati kita kepada Allah, maka perkara yang timbul karena uang tidak dapat menjamah atau menggoyahkan kita. Mengabdi kepada tuan yang sejati, yaitu Allah itulah yang Allah kehendaki. Orang yang mempersembahkan hati kepada Allah, terhadap uang sama sekali tidak terjamah, justru memakai uang itu untuk pekerjaan Allah, bagi gereja – kaum saleh yang membutuhkan atau kekurangan. Tidak perlu kuatir terhadap uang, bukankan Tuhan Yesus pernah berkata: “berilah maka kamu akan diberi”.

[My Daily Message on WhatsApp] KASIH TERBAIK BAGI TUHAN

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Mrk. 12:30)

Satu perkara yang besar dalam kehidupan orang Kristen adalah mengasihi Allah. Tidak ada pengajaran manapun yang mengajarkan hal yang sedemikian. Dalam Markus 12:30 inilah Tuhan Yesus mewahyukan perkara mengasihi Allah. Mengapa kita perlu mengasihi Allah? Satu Yohanes 4:19 memberi tahu kita bahwa “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” Allah menjadi manusia dan mati tersalib bagi kita adalah salah satu bukti Dia mengasihi kita hingga puncaknya. Sehingga adalah hal yang logis, masuk akal, dan sewajarnya ketika kita memiliki respon untuk mengasihi Allah. Lalu bagaimana kita mengasihi Allah? Tuhan Yesus memberitahu bahwa kasih kita kepada Allah haruslah kasih dengan standar tertinggi. Kasih dengan segenap jiwa kita, segenap akal budi kita, dan segenap kekuatan kita.

Saudara-saudari, yang Allah kehendaki di atas diri kita adalah kita mengasihi Dia. Apapun kondisi kita kita tetap harus mengasihi Tuhan. Ingatlah kondisi Petrus, ketika ia dalam kondisi penuh penyesalan karena telah menyangkal Tuhan, dia merasa sudah tidak layak mengasihi dan mengikuti Tuhan. Petrus dan teman-temannya kembali ke profesi lamanya sebagai nelayan. Namun di sana Tuhan yang terlebih dahulu menunjukkan kasih-Nya kepada Petrus. Tuhan bertanya tiga kali kepada Petrus tiga kali, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (Yoh. 21:17). Hasil dari Petrus yang ditanggalangi Tuhan ini adalah ia menjadi seorang yang berdiri teguh mengasihi Tuhan hingga dia martir. Jangan lemah, tidak ada alasan untuk tidak mengasihi Tuhan meskipun dalam kondisi lemah, penat, atau bosan. Jangan tertipu perasaan kita, ingat Tuhan tidak memerintahkan kita untuk mengasihi Dia dengan segenap perasaan kita.

[My Daily Message on WhatsApp] Mengapa Kamu begitu Takut?

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk. 4:40)

Apabila kita melihat kembali sepajang hidup kita sebagai orang Kristen, tentunya kita akan melihat juga bagaimana ketika kita dalam kondisi lemah, kita terombang-ambingkan oleh berbagai kondisi. Seperti halnya ketika murid-murid berada di perahu, tiba-tiba terjadi angin topan. Angin topan ini melambangkan banyak permasalahan yang menimpa perjalanan hidup Kristiani kita. Kekhawatiran, ketakutan itulah yang menjadi reaksi kita ketika permasalahan datang. Berbeda dengan Tuhan Yesus, dalam pasal yang sama ayat yang ke 38, diperlihatkan bahwa Tuhan Yesus justru tertidur dalam kondisi topan yang mengamuk. Ini menunjukkan bahwa Dia berada di atas badai yang mengancam dan tidak terganggu olehnya. Dia benar-benar mengalami perhentian dan damai sejahtera dalam kondisi yang mengancam sekalipun.

Ayat 40 Tuhan bertanya kepada murid-murid, “mengapa kamu begitu takut?” demikian juga ketika kita dalam kondisi mengalami badai kehidupan, Tuhan bertanya kepada kita “mengapa kamu begitu takut?” Saudara-saudari, bukankah Tuhan kita sedang bersama kita, Dia mau memberikan perhentian kepada kita. Sementara itu kita sering tidak menyadari kehadiran Tuhan, justru pusing bagaimana mengatasi masalah ini. Jangan takut! Itulah yang Tuhan katakan, dan menjadi penghiburan bagi kita. Kita perlu mengalami Tuhan sebagai perhentian dan damai sejahtera kita, Dialah penghibur kita, sekalipun perahu kita sedang ditimpa topan. Haleluya, Allah yang menyertai kita, menjadi penghiburan kita. Berbagian dalam perhentian-Nya dan kita akan merasakan bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa, segala sesuatu berada di bawah kuasa-Nya.

batch 30 of FTTI

batch 30 of FTTI

For the perfecting of the saints unto the work of the ministry, unto the building up of the Body of Christ,
Ephesians 4:12

Satu Hal yang Indah (Mat. 26:6-13)

Selama dua puluh abad ini, ribuan jiwa yang berharga, harta benda yang mustika, kedudukan yang tinggi, dan masa depan emas, telah “diboroskan” pada Tuhan Yesus. Bagi mereka yang mengasihi Dia sedemikian, Dia begitu menarik. Apa yang sudah mereka tuangkan atas diri-Nya bukanlah suatu pemborosan, melainkan suatu kesaksian yang harum dari kemanisan-Nya.

 

(Witness Lee)

[My Daily Message on WhatsApp] KARENA YESUS ANUGERAH TERBESAR

KARENA YESUS ANUGERAH TERBESAR

Anugerah terbesar bagi kita bukanlah sekadar Allah memberkati kita dengan hal-hal materi, namun diri Kristus sendirilah sebagai anugerah terbesar dalam hidup kita.

 
–Matius 26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.

Contoh di atas ada seorang perempuan yang rela mencurahkan minyak mahal untuk mengurapi Tuhan, meskipun orang lain menganggap itu adalah pemborosan, namun perempuan itu melihat Yesus sebagai anugerah terbesar dalam hidup-Nya. Dia rela memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

Semoga kita juga menjadi orang yang mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan sang anugerah terbesar yang kita miliki.

JESUS IS THE LORD!

[My Daily Message on WhatsApp] HANYA TAHU MENGASIHI TUHAN

Hidup memang keras dan sering kita berusaha sekeras mungkin juga dalam menaklukkannya. Memenuhi kebutuhan hidup lewat kerja keras, itu tidak salah, Namun kita sebagai anak-anak Allah perlu tahu:

–1 Korintus 2:9  Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Allah kita adalah Allah yang kaya, Dia sanggup menyediakan apa yang kita perlukan, bahkan apa yang tak pernah kita pikirkan. Semuanya itu ada syaratnya: bagi mereka yang mengasihi Dia

Kerja keras kita tidak ada artinya tanpa kita mengasihi Dia. Utamakan dan prioritaskan Kekasih kita, maka Kekasih kita yaitu Tuhan sendiri yang akan menyediakan semuanya bagi kita.

I love Jesus because He first I love me