Uncategorized

[My Daily Message on WhatsApp] MASIH KURANG SATU HAL LAGI


“Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” ” (Luk. 18:22)

Bagian kedua dari Lukas pasal 18, menunjukkan satu hal yang begitu dalam. Ketika ada seorang pemimpin, kaya, dan bahkan melakukan segala perintah hukum taurat datang kepada Tuhan, namun akhirnya pemuda itu kecewa dengan perkataan Tuhan, dan pergi meninggalkan Tuhan. Jika dilihat dari kacamata dunia, orang ini sangatlah baik. Dari segi kedudukan dia pemimpin, dari segi sosial dia orang kaya, bahkan dari segi agama dia adalah seorang yang patuh pada hukum taurat semenjak muda. Orang yang sedemikian sempurna bagi dunia. Namun di ayat 22, Tuhan Yesus menganggap semuanya itu tidak terhitung di hadapan-Nya. Apa yang bagi Dunia terpandang baik, bahkan sempurna, di pandangan Allah tidak ada artinya. Tuhan dengan jelas mengatakan “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan”. Tuhan hanya minta satu hal yang perlu dilakukan, agar dia terhitung di hadapan Allah. Tiga hal yang dia miliki, sama sekali tidak ada yang Tuhan inginkan.

Mungkin di atas kita, banyak hal yang baik. Bahkan duniapun mengganggap itu baik. Entah itu prestasi kita, kekayaan kita, atau bahkan kehidupan rohani kita. Namun apakah satu hal itu ada pada kita? Satu hal itu adalah: “juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, …kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” inilah satu hal yang Tuhan inginkan. Tuhan menginginkan kita memperhatikan orang lain, dan mengikut Tuhan. Dua perkara ini sebenarnya mewahyukan mengenai Gereja. Perkara yang begitu besar, namun banyak yang melupakan dan tidak diperhatikan. Saudara-saudari satu hal ini adalah gereja. Sesibuk-sibuknya kita di dunia ini, kita perlu datang kepada gereja, memperhatikan gereja. Apakah satu hal itu ada pada kita? Apakah kita masih peduli dengan sidang-sidang gereja, masihkah kita ada beban untuk menjenguk saudara/i yang lemah, mempersembahkan harta? Moga kita menjadi orang yang memenuhi satu hal permintaan Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s