dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia


Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11 : 36).

Puji Tuhan jika hari ini kita masih tetap berdiri. Benar-benar kasih karunia Tuhan selalu menjaga dan merawat kita. Roma 11 : 36 mengatakan “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya ” melalui ayat ini, kita dibawa melihat bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan adalah sia-sia tanpa Kasih karunia Tuhan. Dalam ayat ini sangat jelas bahwa “DARI DIA” menunjukkan bahwa apapun itu yang kita kerjakan harus bersumber dari DIA, melalui kita berserah dan bersandar pada Tuhan, Kasih Karunia-Nya cukup untuk kita pakai. Kristus adalah sumber dari segala sesuatu yang positif, lewat kematian-Nya, Ia mengakhiri hal-hal negatif, dan kebangkitan-Nya membangkitkan perkara positif. Haleluya! Kristus hari ini telah menjadi sumber air hayat yang bisa kita nikmati. Kita tidak perlu mencari sumber yang lainnya, karena Kristus tersedia dan ada buat kita.

“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya,ia tidak akan haus untuk selama-lamanya…”

(Yohanes 4 : 14a)

Kristus yang menjadi sumber mata air hayat perlu kita serap setiap hari. poin yang kedua adalah “OLEH DIA” ini menunjukkan suatu proses. Bahwa dalam proses yang bersumber dari Dia, kita masih perlu bersandar dan berserah dalam pengaturan-Nya. Apapun masalah dan perkara kita, ketika kita berserah pada proses yang ditentukan-Nya kita akan mengalami damai sejahtera. Roma 12 : 1 mengatakan ” Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” jalan untuk mengalami proses dibawah pengaturan-Nya adalah Mempersembahkan Diri, seorang yang mempersembahkan diri adalah tidak berkuasa dan tidak bertuan atas dirinya sendiri, melainkan membiarkan Tuhan bergerak bebas di dalam diri kita. Proses pengubahan yang dari DIA adalah seperti proses metamorfosis pada ulat menjadi kupu-kupu. Ketika ulat masih menjadi kepompong, seperti itulah seharusnya diri kita. Kepompong tidak melakukan apa-apa, ia hanya berserah dan bersandar pada rawatan Tuhan dan proses hayati (kehidupan).

“… Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal”  (Matius 6 : 28b)

poin terakhir adalah “KEPADA DIA”. Kepada Dia artinya dipersembahkan dan bagi kemuliaan-Nya. Jangan sampai diri kita menjadi sombong dan bermegah dalam diri, akan tetapi semuanya yang karena kasih karunia-Nya itu, harus kita kembalikan kepada Dia, untuk kemuliaan-Nya.

seorang yang mempersembahkan diri adalah tidak lagi berkuasa dan tidak lagi bertuan atas dirinya sendiri, melainkan membiarkan Tuhan bergerak bebas di dalam dirinya.

Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: