Uncategorized

Hidup itu keras, #hidupitukeras ???? zzzz


lama gak bikin note di facebook. 3 kata yang sering tak ucapkan, jadikan status, topic di twitter. HIDUP, ITU, dan KERAS. mulanya gak sengaja nemu 3 kata itu. tapi setelah tak pikir2 memang benar hidup di dunia ini sangat keras, sampai-sampai bernafas itu saja putuh proses yang butuh kerja “keras” bagi organ2 tubuh kita.

2 bulan yang lalu, pas mau berangkat kuliah, keluar dari gang rumah ane (akses menuju istana mmg harus lewat gang tikus) pas keluar dari gang, ane lihat 2 anak (yg satu sekitar 10 tahun, yang satu 13tahunan lah… ane ga sempet nanya) duduk di pinggir jalan, dalam hati wah ni anak ngapain gak pada sekolah. ane sempetin berhenti dari motor, tak tanya

“le, kowe do nopo? ra sekolah po py?” (hey boy, what are you doing, why, you do not go to school?)

“kula mpun mboten sekolah mas” (we are not student)

“lho.. jek cilik kok ra sekolah ki py?”(why)

“mboten gadah arto mas” (we don’t have money)

“omahmu ngendi to le?” (where are you live?) ane tahu tu anak bukan tetangga ane

“Mbawang mas…” (the name of a village)

ane juga gak tau mana tu Mbawang, tapi setelah ane cari tahu ternyata tu, daerah Gunung tapi dah masuk Kab. Boyolali (dari tempat ane ya sekitar 15km)

“lha kowe ngopo ning kene?” (what are you doing here?)

“ajeng teng nggene Pak Sebut Saja Bunga” (tetangga ane, anaknya punya FB kan ga enak, nak tak sebut nama bapak’e) badhe ngusungi rabuk mas” (ngusungi rabuk adalah kotoran sapi, yang dibawa ke kebun, dg cara dimasukke ke dalam keranjang lalu di bawa di atas kepala (jawa: sunggi))

 

wah dalam hati langsung…. kena deh ane….

gila anak yang seharusnya belum boleh mengenal HIDUP ITU KERAS sudah harus merasakaanya, mereka berdua jalan turun dari gunung 15km, buat bekerja jadi pembawa kotoran sapi (di atas kepala) untuk dibawa ke kebun. dan lebih parahnya ternyata bayarannya cuma 20 rebu sehari. diluar kita bicara tentang undang-undang eksploitasi anak di bawah umur, ane berikan 2 Jempol buat ke 2 anak tadi.

 

cerita lain,

pas ane pulang dari Semarang, sampai pertigaan Tol ADA Banyumanik, ane lihat tuh anak2 muda pada ngamen dipinggir jalan, mereka pake pakaian Reog. meskipun secara kasat mata ga tampak menyedihkan, tapi apresiasi banget buat cari 100 perak ternyata perjuangannya berat banget

BERSYUKUR

itulah yang bisa ane keluarkan dari dalam hati, mungkin ditengah kekurangan hidup, masih ada yang lebih menderita dari ane. juga buat belajar kalo kita hidup tu jangan selalu melihat apa yang di luar jangkauan”mata” (kemampuan) kita. tapi belajarlah untuk melihat realita sosial disekeliling kita. di sana banyak sekali pelajaran yang luar biasa.

kalo kita hidup hanya untuk senang-senang, ngabisin duit dari orang tua… tu gak salah (anggap aja nilai ples, agan dapet orang tua yang kaya). tapi pernahkah mata kita melihat apa yang terjadi di jalan, ada pengemis, ada pengamen, ada kakek2 yang jual kentongan (lihat tuh di pertigaan SD Kalicacing, Jln Adi Sucipto), ada juga ibu2 yang wajahnya penuh harapan berharap ada yang mau membeli jualannya. gan, itulah contoh HIDUP ITU KERAS di luar, sekeliling kita

BUAT KITA,

mungkin buat agan2 yang Mahosiswa … Mahasiswa, kerasnya hidup ga begitu berarti. tapi pernahkan kita berpikir bagaimana saya bisa selesai mengerjakan tugas, atau skripsi. di situlah letak kerasnya hidup bagi kita. TAPI kalo pikiran kita MASIH sebatas bagaimana saya bisa NGOPY tugas, wah kalo itu menurut ane, Kerasnya hidup kurang berarti kwkwkw……

contoh lagi, dalam membina hubungan, banyak kerikil tajam yang siap “menusuk” tanpa ampun. tapi kalo kita menyadari hidup itu keras…. ya…INILAH HIDUP.

ane punya pelajaran berharga, dari HIDUP ITU KERAS,

 

  • pelajaran #1 – Jangan biarkan kesedihan meruntuhkan kekuatanmu

  • pelajaran #2 – Jangan biarkan kemarahan menghancurkan ketulusanmu

  • pelajaran #3 – Jangan biarkan ketakutan mengaburkan harapanmu

  • pelajaran #4 – Biarkan Tuhan yang berjalan dan mengambil alih hidupmu, di situ ada masa depanmu

 

ane baru belajar dari pelajaran-pelajaran 1 – 4 di atas  untuk melakukannya di tengah Kerasnya hidup. apapun masalah kita membuat kita sedih, jangan sapai kekuatan kita runtuh. Siapapun yang membuat kita [ingin] marah (teman, pacar, orang tua….) tapi percayalah di bagian hati kita masih ada KETULUSAN buat mereka. Bahkan ketika kita takut akan masa depan, atau takut dengan apa yang akan terjadi, jangan sampai Ketakutan itu membuat Harapan dan mimpi-mimpi kita menjadi kabur.

SEMUANYA kembali kepada intinya, pelajaran ke 4, Biarkan Tuhan yang berjalan dan mengambil alih hidupmu, di situ ada masa depanmu

 

SEMANGAT!!!!

met pagi, have a nice dream


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s