Uncategorized

biografi nurdin halid (from: kaskus) ::ngakak


(source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7208567)

Nurdin Halid sewaktu kecil sering dipanggil Udin, dari dulu memang terobsesi menjadi ketua umum Pssi. Untuk memenuhi obsesinya itu dia memulai karir menjadi pemain sepakbola yg tidak sukses, ya iya donk masa jadi ketua PSSI tapi ga pernah maen bola?bisanya cuma celoteh aja piye toh jeng…??

Masa Kecil Nurdin

Udin kecil sering maen bola bersama Adi tetangga sebelah, padahal Udin sebenarnya penderita epilepsi, namun karena kecintaannya dengan sepakbola, si Udin selalu mengajak Adi maen bola, kapanpun dan kondisi apapun “Adi.. adi ayo maen bola lagi…” begitu yang terngiang-ngiang di kuping Adi

Tiap Adi mo belajar, Udin ngajak maen bola. Tiap Adi mo sekolah, Udin masih ngajak maen bola. Tiap Adi mo makan, lagi-lagi Udin masih ngajak maen bola. Bahkan Adi mo tidur pun, Udin masih pula ngajak maen bola.

Akhirnya Adi memutuskan hengkang ke Jakarta, dan untuk menghindari kejaran Udin, dia mengganti namanya menjadi Olga Syahputri.

 

Masa Remaja Nurdin

Sejak ditinggal Adi, Udin mengalami kesulitan di bangku sekolah, belakangan diketahui bahwa IQ nya hanya dikisaran 18 dan diperkirakan akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Itu makanya ia cuma mainan sama bolanya yang sekarang sudah butut dan akhirnya dikorbankan untuk dicakar kucing tetangga. Kadang sering dijumpai ia sedang berbicara atau senyum senyum sendirian. Udin tumbuh dewasa dengan susah payah meski tidak bisa maksimal, karena wajahnya menua lebih cepat dari umurnya.

Akhirnya ia memutuskan menjadi pemain bola di kampungnya, karena ia merasa sangat berbakat di bidang ini. Bahkan ia aktif di liga antar kampungnya lho antara tahun 1978-1979, namanya Tarkam League. Sayang ia lebih banyak dijadikan sebagai bangku cadangan. Akibatnya punggungnya sering encok karena terlalu sering diduduki para pemain, manajer, wasit, presiden klub, bahkan oleh para suporter.

Udin pun (inginnya) bergonti-ganti klub, berkarier di Eropa, meski ia tidak tahu ada dimana Eropa itu. Ia berkhayal main di Manchester United atau Persija, tapi itu cuma fantasinya belaka. Ia dipindahkan ke PKT (Persatuan Kampung Ternama) karena sering ngiler saat dipaksa jadi bangku cadangan, sampai akhirnya ia berlabuh ke AC Sentral.

Di klub inilah yang mengakhiri karir Udin sebagai pemain bola gadungan, bukan karena cedera akibat tendangan kungfu pemain lawan, bukan pula karena ga pernah lagi cetak gol. Pada sebuah pertandingan ia ditugaskan pelatih untuk berjaga di belakang gawang dan membantu mengganti bola yang keluar lapangan, bahasa keren dari pekerjaan ini adalah anak gawang. Saat sedang bengong kepalanya terkena bola tendangan Safee. Kepala Udin cedera berat, isi otaknya berantakan.

Udin lalu dilarikan ke dukun dan mengalami operasi tambal sulam. Sebuah operasi yang memakan waktu 7 hari 7 malam. Sebagian otaknya yang mengontrol rasa malu hilang gak tau kemana, setelah dicari oleh Densus 88 ternyata nyasar di toilet dan tidak bisa (dan tidak akan) diambil lagi. Setelah koma selama 1 tahun dan kena marah mamanya tersayang, akhirnya Udin terpaksa kembali ke bangku sekolah.

Selama belajar di salah satu universitas ternama di sebuah kampung tak bernama, Nurdin di diagnosa menderita Napoleon Complex, yaitu sebuah kondisi kejiwaan yang menyebabkan penderita haus kekuasaan karena merasa minder. (Napoleon merasa minder karena tubuhnya pendek, makanya dia berniat menguasai Eropa). setelah diperiksa lebih jauh, psikiater menarik kesimpulan bahwa rasa minder Nurdin bersumber dari pertumbuhan penisnya yang terhambat. psikiater (yang namanya tidak mau disebutkan) bercerita rasa minder tersebut bermula saat nurdin menyewa seorang pekerja seks komersial pakai duit hasil korupsi uang ibunya yang sudah menjual sapi kesayangan untuk membiayai nurdin sekolah. PSK tersebut tertawa terbahak-bahak selama lebih dari 15 menit setelah melihat penis nurdin yang ketika ereksi pun hanya 3cm. rasa minder tersebut semakin bertambah ketika ia kembali ditertawakan oleh mak erot ketika ia berkonsultasi ke ahli pembesaran alat kelamin pria tersebut. mak erot sudah memvonis bahwa penis nurdin tidak bisa diperbesar. karena rasa minder yang demikian besar, ia bertekad untuk menjadi ketua sepakbola di indonesia

 

Nurdin Dewasa

Sejak itu entah dari mana IQ nya bertambah sedikit demi sedikit. Meski jelas ia kecewa dan sakit hati karena harus meninggalkan bola bututnya, karena merasa minder terhadap penisnya, ia berjanji dalam hatinya suatu saat dia akan menjadi seorang yang menguasai sepak bola. Tiap malam ia bertapa (bengong) memikirkan cara yang tepat untuk bisa jadi kaya dengan bola.

Akhirnya dia mengganti namanya dari Udin menjadi Nurdin, dia gak mau lagi dipanggil Udin. norak katanya. selain itu, ia berharap dengan nama tersebut ia dapat menaikkan status agamanya dari “islam ktp” menjadi “islam nama”. nurdin dalam bahasa arab berarti cahaya agama.

Setelah dia sukses di sekolahnya, dan jadi pengusaha pupuk kandang, akhirnya dia jadi orang terkaya serumah, tapi karena masih ngerasa minder, dia masih bernafsu jadi ketua Pssi, lalu akhirnya setelah memaksimalkan kekuatan isi dompet jadilah dia ketua PSSI. istri nurdin halid (yang tak mau disebutkan namanya) mengaku suaminya pernah curhat seandainya tuhan memberi penis yang besar, mungkin ia tak akan mempunyai ambisi untuk menjabat jadi ketua pssi.

Prestasi Nurdin di PSSI

Bisa dibilang Indonesia mengalami kemajuan besar dibawah kepemimpinannya.

Contohnya :

  • Liga Indonesia selalu penuh dengan atraksi menarik, misalkan adu jontos, tendangan kungfu, bahkan kejar-kejaran (bukan ngejar bola, tapi ngejar wasit !)
  • Timnas Indonesia bahkan sengaja mengalah dengan Laos, dengan harapan dikasih bonus bumbu masak buat persiapan kalo ada krismon.
  • Penontonnya makin rajin nonton sekaligus rajin bikin kerusuhan, kan jadi bikin oplah koran jadi rajin naik kan?
  • Pernah Nurdin mimpi didatangin seorang kakek tua (mana ada kakek muda…), nah katanya Indonesia harus bisa jadi tuan rumah Piala Dunia, alasannya biar bisa bikin bule2 tuh pada datang ke sini. Lumayan kan bikin pemasukan buat negara. Ah tapi sayang, namanya juga mimpi akhirnya Nurdin mengabaikan permintaan si Kakek itu.
  • Sebenarnya Nurdin Halid menjadi ketua PSSI karena uang. Ia membuat PSSI sebagai sarang mafia dan penyebaran kitab Kama Sutra(Nurdin juga pengikut Barney). Ia mengubah PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) menjadi PMSI (Persatuan Mafia Seluruh Indonesia)/PKSI (Persatuan Koruptor Sekuruh Indonesia). Ia juga membuat sepakbola Indonesia terpuruk. Bahkan baru-baru ini ia mengklaim bahwa keberhasilan timnas Indonesia adalah berkat Golkar, dan setelah diselidiki ia bersekongkol dengan Malaysia dengan meminjamkan mereka laser dari BH Jupe. Lebih baik NURDIN MUNDUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUR!!!!!!!!!!!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s