reflection your way


berjalan karena percaya

bukan karena melihat

kegagalan akibat ketidak-percayaan

Oleh: Yeremia Alfa Susetyo

Sering kita mendengar kata orang, “jika kamu berjalan ke sana, maka kamu akan menemukan pemandangan yang indah” lalu tanpa banyak berpikir, kita menuju ke tempat itu, padahal kita belum pernah melihatnya. Ada sikap percaya, antara diri kita dengan orang tersebut.

Jika SIKAP menurut banyak orang adalah awal penentu suatu keberhasilan, maka ada STANDAR yang lebih tinggi lagi dari SIKAP. Yaitu kepercayaan yang paling tinggi (the highest trust) atau sering kita menyebutnya IMAN. Ada 2 contoh yang saya ambil dari The Bible, seorang yang bernama Abraham. Menurut Genesis 12 : 1 Abraham dipanggil oleh Tuhannya untuk pergi ke suatu negeri yang ia belum pernah melihatnya, ia harus meninggalkan ayahnya, sanak saudaranya. Tuhannya hanya menjanjikan bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar yang penuh dengan berkat. Tanpa banyak alasan dan pendapat Abrahampun meninggalkan negerinya menuju ke negeri yang ditunjukkan oleh Tuhannya. Tanpa peta dan tanpa petunjuk yang jelas Abraham hanya percaya dan tanpa melihat.

Contoh kedua adalah Musa dan Orang-orang Israel yang keluar dari perbudaan di Mesir. Jarak Mesir ke Israel tidaklah seberapa, namun oleh pengaturan Tuhannya mereka harus berjalan selama 40 tahun di padang gurun. Selama 40 tahun Tuhan mendidik mereka untuk senantiasa Bersandar pada Tuhan, namun hanya 2 orang (Yosua dan Kaleb) beserta anak-anak mereka yang berhasil masuk ke tanah perjanjian. Inilah Orang Israel, mereka Tidak percaya akan kuasa dan perawatan Tuhan selama 40 tahun di padang belantara. Inilah KEGAGALAN AKIBAT KETIDAK-PERCAYAAN.

Teman, sering kali kita demikian, sering kita ragu akan kuasa Tuhan. Coba Anda perinci selama sepanjang usia Anda sampai hari ini berapa banyak oksigen, berapa banyak uang, berapa banyak kebahagiaan yang Tuhan berikan untuk Anda? Jangan anggap remeh hal ini, ketika kita khawatir akan hari esok, sama saja kita meragukan kuasa Tuhan atas hidup kita.

ketika kita khawatir akan hari esok,

sama saja kita meragukan

kuasa Tuhan atas hidup kita.

Tuhan, senantiasa dari mulai kita dalam kandungan, Ia sudah memelihara kita. Betapa Hebatnya dan luar biasanya Dia. Maka dari itu jangan sampai kita khawatir tentang apapun juga, karena Kasih Tuhan sudah terbukti dan teruji dalam hidup kita.

Poin terakhir adalah jangan sampai kita ‘percaya’ dengan apa yang kita lihat, atau orang lain lihat. Mata boleh membohongi kita, tapi IMAN butuh suatu tindakan nyata. Kalau kita percaya orang lain bilang “nanti kuliahmu semester Sekian bakal susah lho” kita mungkin sudah down dan timbul kekhawatiran, ambilah suatu kesimpulan bahwa sesusah apapun, Tuhanku sanggup mengatasinya.

APAKAH TUHAN ITU TERLIHAT? Kuasa-Nya nyata di Atas hidup kita.

Belajarlah untuk PERCAYA perawatan Tuhan.

Tuhan Memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: